RSS

Khotbah Jumat

10 Mei

Gara-gara tidak bisa tidur saat khutbah Jumat, malah dapat ilmu. Diakui atau tidak, khutbah jumat di sejumlah masjid acapkali membosankan. Sang khotib biasanya hanya sekedar mengulang ‘yang itu-itu’ saja. Bahkan tidak jarang isinya malah justru provokasi yang menyudutkan golongan Islam tertentu. Jamaah sholat Jumat dijejali dengan informasi-informasi yang belum tentu benar.

Siang itu, sang khotib mengangkat tema tentang makna ‘ittaqullohu haqqo tuqotih‘. Jika selama ini ayat tersebut diartikan sebagai ‘bertaqwalah dengan sebenar-benarnya taqwa’, kali ini sang khotib menawarkan wacana lain. Ayat tersebut dimaknai dengan ‘bertaqwalah dengan hakikat taqwa’.

Ilustrasinya begini. Siapapun ketika ditanya apakah spidol itu, pasti jawabannya bahwa spidol adalah alat tulis. Tapi sang khotib mencoba menghadirkan makna lain. Bahwa spidol adalah kebahagiaan. Kok bisa? Ya. Bahwa dengan spidol para guru bisa menemukan kebahagiaan ketika mengajar. Bahwa dengan spidol anak-anak bisa menemukan kebahagiaan dan keceriaan ketika belajar mewarnai. Bahwa dengan spidol pula sang kondektur menemukan kebahagiaan ketika menjalankan tugasnya menghitung penumpang. Jadi, cobalah untuk menggali lebih dalam hakekat dari taqwa.

Di samping itu, sang khotib juga coba mengingatkan pentingnya memiliki pemahaman yang benar tentang dasar-dasar keislaman. Menurut sang khotib, ada 3 hal yang mendasar dalam Islam. Yakni aqidah, syariat dan akhlaq. Ketiganya adalah sesuatu yang sudah pasti dan tidak bisa ditawar lagi. Yang boleh diperdebatkan adalah tauhid, fiqih dan tasawuf. Apa bedanya ?

Sang khotib menjelaskan, bahwa tauhid adalah produk dari aqidah. Artinya, para ulama berusaha untuk menggali serta menjlentrehkan kembali makna tentang aqidah. Hasil ijtihad para ulama inilah yang kemudian dinamakan sebagai tauhid. Misalnya konsep tauhid dari Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi. Begitu pula syariat.  Hasil kajian para ulama tentang syariat itulah yang disebut fiqih. Demikian juga akhlaq. Produk dari kajian tentang akhlaq disebut tasawuf. Tegasnya, aqidah, syariat dan akhlaq itu adalah satu. Sedangkan konsep tauhid, fiqih dan tasawuf memiliki banyak varian.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Mei 2011 in Slilit

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: