RSS

Jejak Dosa Bendahara Partai Demokrat (2)

25 Mei

Dua lembar surat disodorkan kepada Nazaruddin. Satu surat berisi pernyataan pengunduran diri Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) itu. Satu lembar lagi berisi pemecatan terhadap Nazar. Surat itu dibuat oleh Dewan Kehormatan PD dan tinggal ditandatangani.

Sekretaris DK PD Amir Syamsuddin menyodorkan surat itu kepada Nazar di ruangan Anas Urbaningrum, di kantor DPP PD, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Mei lalu. Anas saat itu juga ada di ruangannya. “Namun Nazar menolak opsi itu,” jelas sumber detikcom yang mengaku melihat langsung surat tersebut. Tapi kabar soal opsi ini dibantah Nazar.

Posisi Nazar kini memang berada di ujung tanduk. Namanya dikaitkan dengan setumpuk ‘dosa’. Mulai dari kasus suap terhadap Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam hingga terakhir terungkap memberi uang 120 ribu dollar Singapura kepada Sekjen MK Janedjri M Gaffar.

Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina PD menyatakan kasus pemberian uang itu bukan perkara yang remeh. Dewan Kehormatan akan menentukan nasib Nazar di DPP PD, Senin (23/5/2011) malam ini. “Malam ini, pukul 20.00 WIB, akan ada pengumuman sangat penting,” kata Amir.

Nama Nazar kini mendadak terkenal. Padahal sebelum kasus Wisma Atlet terbongkar, ia nyaris bukan siapa-siapa. Ia tidak begitu dikenal publik karena belum pernah terdengar komentarnya terkait jabatannya sebagai politisi PD ataupun sebagai anggota DPR.

Mencermati karier politik Nazar kita akan dibuat tercengang. Ia masih begitu muda, ia kelahiran 1978 alias baru 33 tahun. Tapi siapa sangka kariernya di PD begitu cepat meroket. Bagaimana Nazaruddin memulai jaring politiknya?

Sebelum masuk PD sebenarnya Nazar sempat berkiprah di PPP. Di partai berlambang Kabah itu Nazar sempat tercatat sebagai caleg nomor urut 2 Dapil Riau dari PPP saat Pemilu 2004. “Iya tahun 2004, dia menjadi caleg PPP untuk Dapil Riau. Tapi tidak terpilih,” ujar Wakil Sekjen DPP PPP Muhamad Romahurmuzy.

Gagal terpilih menjadi anggota DPR dari PPP, Nazar lantas melompat ke PD. Muncul dugaan, karena dekat dengan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, Nazar masuk PD lewat Anas. Ia diduga merupakan jaringan Anas lewat HMI. Tapi ternyata Nazar bukan anggota HMI. “Dia tidak pernah jadi anggota HMI,” kata Ketua Umum PB HMI M Chozin Amirullah.

Ternyata Nazar masuk PD lewat Wakil Ketua Umum PD Jhonny Allen Marbun. Menurut aktivis PD Sumatera Utara Daniel Sinambela, Nazar mulai masuk PD pada 2007. Saat itu Jhonny Allen menjadi anggota DPR dari PD.

Saat ini nama Jhonny Allen sering dikaitkan dengan kasus dalam proyek dana stimulus untuk infrastruktur perhubungan di kawasan timur Indonesia. Namun hingga kini KPK belum menetapkan Jhonny sebagai tersangka. Kasus inilah yang memicu KPK dituding telah tebang pilih.

“Nazar itu orang kepercayaan Jhonny Allen. Saat itu banyak usaha yang dijalankan Jhonny dipercayakan ke Nazar. Bisa dibilang Nazar itu tangan kanannya Jhonny Allen,” ungkap Daniel yang sempat bekerja sama dengan Nazar dalam proyek pengadaan batu bara untuk PT PLN. Tapi keduanya belakangan pecah kongsi sampai beperkara di polisi. Daniel kini mendekam di LP Cipinang gara-gara laporan Nazar.

Kedekatan dengan Jhonny membuat Nazar kemudian dikenal sejumlah petinggi PD, seperti Sutan Baathoegana, Ruhut Sitompul, serta Anas. Nazar pun lantas maju sebagai caleg dari Jawa Timur IV dan terpilih menjadi anggota DPR periode 2009-2014.

Menjadi anggota DPR membuat jaringan Nazar makin melebar. Apalagi dia dikenal sebagai orang yang royal. Bahkan saat menjadi salah satu tim sukses Anas Urbamingrum di Kongres ke II, Nazar merupakan salah satu pendukung yang mengeluarkan banyak uang.

Peran Nazar yang cukup besar dalam mengawal Anas di kongres pun berbuah manis. Begitu Anas terpilih sebagai Ketua Umum PD, Nazar kemudian ditempatkan sebagai Bendahara Umum. Sementara Jhonni Allen duduk sebagai Wakil Ketua Umum.

“Sejak itulah hubungan Anas dan Nazar semakin dekat. Bahkan yang saya dengar Anas dan Nazar sempat bikin usaha bersama,” ujar Daniel kepada detikcom.

Kini saat Nazar terlilit banyak kasus, sejumlah politisi PD di DPR pasang badan untuk melindunginya. Bahkan beberapa anggota DPR dari PD balik menyerang pihak-pihak yang mengkritik Nazar.

Sementara Anas sebagai ketua umum PD pun tidak berkutik menghadapi Nazar karena tersandera utang politik. Nazar dengan berani bahkan balik mengancam Anas.”Elo masih make gue apa nggak? Tapi kalau gue akhirnya keseret gue nggak bakal sendiri,” ungkap sumber yang dekat dengan Nazar menirukan ancaman bendum PD itu.

Soal mengancam membongkar borok PD, Nazar telah membantahnya.”Mana mungkin saya mengancam-ngancam, nggak ada seperti itu,” tepis Nazaruddin.

Nazar sendiri tidak mau menyerah meski dililit banyak kasus. Ia dikabarkan mengeluarkan US$ 5 juta agar kasusnya tidak meledak. Menurut sumber yang dekat dengan Nazar itu, uang itu disebar untuk politisi, polisi dan media massa. Tapi kasus itu tidak bisa terbendung. “Nazar sekarang sedang kesal,” kata si sumber. Soal uang US$ 5 juta, Nazar belum bisa dikonfirmasi. Nazar masih belum mau bicara.

Sumber : http://www.detik.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Mei 2011 in Politik

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: