RSS

Wali Paidi (seri 1)

01 Jul

Kaligrafi Syeikh

Setiap tanggal 10 Arofah ada perkumpulan 40 wali di atas gunung di daerah Makkah. Ke-40 wali ini tersebar ke seluruh pelosok dunia. Dan setiap tahun mereka berkumpul di atas bukit di daerah Makkah ini (maaf tempat dirahasiakan). Yang datang ada yg terbang, ada yg naik sajadah seperti Aladin, ada yg muncul dari bumi, ada yang naik burung. Bahkan ada yg cling…tahu-tahu sudah sampai di tempat.

Acara tahunan ini (semacam reuni) dipimpin langsung oleh king of the king alias sulthonul aulia (gak pake pohan). Rajanya para wali yang setiap masa hanya satu orang di JAGAD SELURUH ALAM SEMESTA ini. Di atas bukit mulai terdengar dentuman lantunan dzikir yang terpancar dari hati mereka. Sementara di atas bukit para malaikat berwujud awan ikut menyemarakkan acara reuni tahunan ini diiringi hembusan angin yang sepoi-sepoi berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil (alhamdulillah malaikate iki yo NU).

Dari kejauhan di bawah bukit, terlihat seseorang yang tidak terlalu tua sedang berjalan tertatih-tatih naik ke bukit. Berbeda dengan wali-wali yang datang sebelumnya, orang tua itu tampak sangat kesulitan menaiki bukit dengan tongkatnya. Dia berusaha melewati bebatuan yg terjal dan berliku, kadang dia berhenti sebentar untuk mengatur nafasnya lalu melanjutkkan menaiki bukit lagi. Setelah sampai di puncak tampak jelaslah orang ini, gemuruh nafasnya masih tampak tersengal-sengal kecapekan.

Pakaiannya biasa. Jubah putih agak kecoklatan sehingga terkesan agak kotor. Walaupun kelelahan, wajahnya selalu tersenyum. Dari wajahnya bisa dikatakan orang ini tidak gampang meremehkan orang lain, selalu tawadlu’ dan sopan. Para wali mendadak menghentikan aktifitasnya setelah melihat kedatangan orang tua ini. Suasana tiba-tiba hening, satu persatu para wali menyalami orang ini dengan penuh hormat dan ta’dzim.

Ahlan wa sahlan ya habibullah….yaa Sulthanul Aulia,” ucap mereka berbarengan.

Ternyata, orang yang tampak biasa sekali ini adalah rajanya para wali. Keramat dan karomahnya seakan tidak ada sama sekali.

“Tolong panggilkan Paidi! Arek Indonesia itu suruh ke sini,”’ kata sang sulthonul aulia kepada para wali. Di sela kerumunan para wali, tiba-tiba muncullah seorang pemuda dengan jas layaknya tentara dan peci hitam yang agak tinggi. Dari wajahnya terlihat kalau Paidi ini pemuda yang kocak. Dengan wajah cengar-cengir pemuda ini mendekati sang sulthanul aulia dan mencium tangannya.

Setelah Wali Paidi ini menghadap. Sang Sulthon ini berkata kepadanya, “Di…Paidi, sini aku minta rokoknya dan tolong sekalian masak air buatkan kopi”.

Hehehe…ternyata wali yg ke mana-mana selalu bawa rokok dan kopi hanya wali dari Indonesia.

 

Bersambung……

 

 

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juli 2015 in Wali Paidi

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: