RSS

Kukuruyuuuuukkkkkk

27 Mar

ayam berkokokSeorang propesor yang sedang menganggur karena tak pernah mendapatkan proyek, membuat sebuah penelitian untuk mengusir kesepiannya. Tak tanggung-tanggung, propesor ini melibatkan relawan dari seluruh belahan dunia. Untuk memperoleh data yang akurat, propesor ini juga menyiapkan peralatan super canggih bernilai ratusan miliar. Penelitian ini diberi judul : Tadarus Ayam. Deskripsi penelitian adalah para relawan yang terdiri dari berbagai suku bangsa itu ditugaskan untuk mendengar dengan teliti bunyi lafadz ayam berkokok dengan menggunakan bantuan peralatan super canggih. Obyek penelitian diletakkan di dalam ruang kaca yang sudah terhubung dengan sound system sehingga bunyi nafasnya pun bisa terdengar. Penelitian dilakukan selama seminggu penuh.

Seminggu kemudian, sang propesor mengumpulkan semua relawan di pendopo rumahnya. Para relawan ditanyai satu persatu. Giliran pertama adalah Si Gemplo, relawan dari Jawa.

Propesor : Piye Plo? Opo sing mbok rungokno?
Gemplo : Begini Prop suaranya……kukuruyuuuuukkkk
Propesor : Genah ngono yo suorone? Kupingmu ga slendro kan?
Gemplo : Iya Prop

Dari Jawa, Propesor langsung meloncat ke relawan dari manca negara. Dan ini laporan masing-masing dari para relawan :

Orang Italia : chicchirichi
Orang Jerman : kikeriki
Orang Rusia : kou ka re kou
Orang Spanyol : quiquiriqui
Orang Rumania : cucurigu
Orang Cina : kou kou kou kou
Orang Inggris : cock a doodle doo
Orang Belanda : kukeleku
Orang Perancis : cocorico
Orang Filipina : tiktila okkk

Dari manca negara, Propesor kembali ke relawan lokal. Ini jawaban mereka :

Orang Flores : kakoroo
Orang Aceh : uuk u uk uk
Orang Sunda : kong ko rongok
Orang Timor Leste : kokorekoo

Sang Propesor langsung mengernyitkan dahi. Dia mencoba berpikir keras. Beragam teori sosial, filsafat, psikologi, komunikasi, teori quantum hingga Teori Relativitas Einstein dicampuraduk untuk bisa memberikan landasan rasional atas temuannya. “Kok bisa ya? Obyeknya sama, alat yang digunakan sama, perlakuan terhadap relawan sama, hanya relawannya saja yang berbeda. Kenapa hasilnya bisa beda?” Kalau orang Belanda dipaksa untuk membenarkan bahwa bunyi ayam berkokok adalah ‘kukuruyuuuk’, kira-kira mau ga ya? Atau kita suruh orang Belanda mengakui ‘kou ka re kou’? Atau kira paksa orang Italia mengucapkan ‘kokorekoo’?

Sang Propesor pun tersadar. Tidak penting lagi baginya mengapa hasil penelitiannya bisa berbeda. Ia justru tertarik untuk memahami hal lain di luar penelitiannya. “Lha iya….ini baru soal ayam. Nek soal agomo trus kiro-kiro piye yo? Lha ngono kok ya ada yang maksain kehendak bahwa Islam itu harus seperti ini dan itu. Pake ngafir-ngafirke pisan. Owalah….uripmu kok ruwet temen,” gumam Sang Propesor dalam hati.

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Maret 2016 in Politik

 

2 responses to “Kukuruyuuuuukkkkkk

  1. rivo

    28 Maret 2016 at 7:34 am

    Ibadah dalam Islam harus berdasarkan Al-qur’an dan hadist bukan kehendak manusia ( bukan berdasarkan perbuatan itu baik )… Kafir berarti bukan islam karena tidak menyebutkan dan mengingkari 2 kalimat syahadat…

     
    • @goeslege

      28 Maret 2016 at 7:52 am

      Nggih Mas Rivo…setuju. Kata guru ngaji dulu, kalo urusan ibadah mahdloh berlaku aturan “semua tdk boleh dilakukan kecuali diperintahkan”. Smntr utk hal2 muamalah, berlaku kebalikannya. Yakni ” lakukan apa saja kecuali yg dilarang”.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: